WinDowS iTu
(It's the poem)
Windows itu tak pernah terbuka lg.
Dulu kamarku selalu mendapatkan sinar matahari ketika windows itu terbuka.
Sinarnya menghangatkan, sinarnya menerangkan, sinarnya begitu cerah.
Tapi aq memang bukan anak baik,
begitu banyak barang2 di kamarku, membuat aq sesak, sumpek, jenuh, pingin teriak, dan juga kadang membuat takut.
Aq dengan sesuka hati membuang barang2 menyesakkan di kamarku lewat windows itu.
Rasanya lega sekali kamarku, ketika smua barang itu kubuang.
Longgar,....... aq bisa menari, ceria, tertawa, bahagia.
Tp kini windows itu tak pernah terbuka lg.
Kamarku gelap, padahal aq dah berjanji gak akan sembarangan membuang barang2 lewat windows. Gak tahu barang itu sampah atau bukan, memang harus dibuang pd tempatnya.
Dikala kumenyadari, windowsku sdh tdk pernah terbuka lg.
(Andaikan aq si pemilik kamar bisa memahami windows itu, tp yg kutahu sekarang windows itu sudah menemukan ketenangannya)
-- Best regard to my windows --
Windows itu tak pernah terbuka lg.
Dulu kamarku selalu mendapatkan sinar matahari ketika windows itu terbuka.
Sinarnya menghangatkan, sinarnya menerangkan, sinarnya begitu cerah.
Tapi aq memang bukan anak baik,
begitu banyak barang2 di kamarku, membuat aq sesak, sumpek, jenuh, pingin teriak, dan juga kadang membuat takut.
Aq dengan sesuka hati membuang barang2 menyesakkan di kamarku lewat windows itu.
Rasanya lega sekali kamarku, ketika smua barang itu kubuang.
Longgar,....... aq bisa menari, ceria, tertawa, bahagia.
Tp kini windows itu tak pernah terbuka lg.
Kamarku gelap, padahal aq dah berjanji gak akan sembarangan membuang barang2 lewat windows. Gak tahu barang itu sampah atau bukan, memang harus dibuang pd tempatnya.
Dikala kumenyadari, windowsku sdh tdk pernah terbuka lg.
(Andaikan aq si pemilik kamar bisa memahami windows itu, tp yg kutahu sekarang windows itu sudah menemukan ketenangannya)
-- Best regard to my windows --



0 Comments:
Post a Comment
<< Home