BidadaRiku TeRlahiR di Dunia
Hemm....
Lama tak ngisi blog ini, skrg dah 2012.
Singkat cerita, 28 Desember 2011 bidadari kecilku terlahir di dunia. Itu adalah saat yang paling membahagiakan dalam hidupku.
kejadiaanya dimulai di jam 02.00, seperti biasa aktifitasku saat hamil jam sgitu adalah jam ke toilet untuk buang air kecil, tapi kali ini agak berbeda. 'Kok pipisku ga bisa ke tahan ya' serasa pipis di celana. setelah itu aq tidur kembali, ingin pipis lagi jam 04.00, aneh lagi juga, pipisku kok smakin gak ketahan, karena dah keluar di kasur, aq coba lari ke toilet, eh malah pipis di lantai. Dalam hatiku agak bingung juga, 'kok aq ga bisa nahan pipis'. Aq tertidur lagi, bangun2 jam stengah 6, haduh pingin pipis lagi, kali ini aq agak kaget, karena pipisku warnanya merah.
Langsung aq ke rumah tetangga(mama Andi) menanyakan apa gerangan yg terjadi, ternyata dugaanku n mama andi sama, 'apa itu ketuban ya'. Kami langsung meluncur ke rumah sakit hermina depok. Saat itu suamiku tersayang ada kerja malam, jadi malam itu aq tidur sendirian di rumah.
Sesampainya di Rumah Sakit Hermina, aq sudah cemas sekali, aq takut infeksi dari cairan ketubanku dah menyebar. Saat itu dokter yang biasa menanganiku saat kehamilan (Dr.Didi) sedang sakit. Kebetulan di pagi hari itu ada Dr.Bagus, dokter yang pernah kutemui sekali saat check up kehamilan.
Jam 7 aq nyampe rumah sakit, aq ditanya 'udah registrasi persalinan bu?', busyet dah, aq kan mau lahiran di boyolali, mana kepikiran registrasi di hermina depok. aq langsung ditangani suster2, diganti baju pasien, di cek denyut jantung janinku, sambil menunggu Dr. bagus datang.
dag dig dug, 'kok Dokternya ga dtng2,' dah takut aja adanya, takut janinku knapa2. dokternya datang ngecek denyut jantung janin, grafik yg keluar dr denyut jantung janin cenderung datar bgt. Kata dokter harusnya naik turun, kemudian si mbak suster mengagetkan si janin dengan alat yg bisa memunculkan bunyi 'Toot' keras banget bo.., ternyata setelah dikagetkan grafik denyut jantungnya masih datar, seharusnya bisa naik turun. Setelah 20 menit rekam jantung, Dokter langsung melakukan USG, ternyata cairan ketuban aq bagian bawah dah banyak kebuang, kemudian dokter mengecek pembukaan persalinan, ternyata baru pembukaan setengah, memang saat itu aq ga mules2 sama sekali.
Akhirnya Dokter menyarankan kami agar melakukan persalinan dengan caesar. aq msh menunggu sang suami yang sedang menuju ke RS dari kantor. Dan setelah menanyakan ke keluarga di Boyolali akhirnya kami memutuskan untuk operasi caesar.
Untuk pertama kali aq melakukan operasi. Satu persatu dokter dan perawat memperkenalkan diri. Dokter operasi, asisten dokter operasi, dokter anak, dokter bius, dokter anestesi. Dalam hatiku 'Buset bnyk bgt ya'. Aq di bius setengah badan, suntikan biusnya itu lho, sakit banget. di tulang punggung, 2 kali lagi ckckckck. Setelah aq dibius kerasanya cuman kesemutan di kaki, yang aq tahu perutku pasti lagi diacak acak tapi ga krasa apa2. aq pun ga bisa nge lihatnya karena ditutup kain yang tinggi. Tiba2 suster seperti membantu mendorong dari atas.
Alhamdullillah aq mendengar suara tangis pertama bidadariku tersayang pada pukul 09.30 dengan berat 2,75 kg dan panjang 46 cm
Lama tak ngisi blog ini, skrg dah 2012.
Singkat cerita, 28 Desember 2011 bidadari kecilku terlahir di dunia. Itu adalah saat yang paling membahagiakan dalam hidupku.
kejadiaanya dimulai di jam 02.00, seperti biasa aktifitasku saat hamil jam sgitu adalah jam ke toilet untuk buang air kecil, tapi kali ini agak berbeda. 'Kok pipisku ga bisa ke tahan ya' serasa pipis di celana. setelah itu aq tidur kembali, ingin pipis lagi jam 04.00, aneh lagi juga, pipisku kok smakin gak ketahan, karena dah keluar di kasur, aq coba lari ke toilet, eh malah pipis di lantai. Dalam hatiku agak bingung juga, 'kok aq ga bisa nahan pipis'. Aq tertidur lagi, bangun2 jam stengah 6, haduh pingin pipis lagi, kali ini aq agak kaget, karena pipisku warnanya merah.
Langsung aq ke rumah tetangga(mama Andi) menanyakan apa gerangan yg terjadi, ternyata dugaanku n mama andi sama, 'apa itu ketuban ya'. Kami langsung meluncur ke rumah sakit hermina depok. Saat itu suamiku tersayang ada kerja malam, jadi malam itu aq tidur sendirian di rumah.
Sesampainya di Rumah Sakit Hermina, aq sudah cemas sekali, aq takut infeksi dari cairan ketubanku dah menyebar. Saat itu dokter yang biasa menanganiku saat kehamilan (Dr.Didi) sedang sakit. Kebetulan di pagi hari itu ada Dr.Bagus, dokter yang pernah kutemui sekali saat check up kehamilan.
Jam 7 aq nyampe rumah sakit, aq ditanya 'udah registrasi persalinan bu?', busyet dah, aq kan mau lahiran di boyolali, mana kepikiran registrasi di hermina depok. aq langsung ditangani suster2, diganti baju pasien, di cek denyut jantung janinku, sambil menunggu Dr. bagus datang.
dag dig dug, 'kok Dokternya ga dtng2,' dah takut aja adanya, takut janinku knapa2. dokternya datang ngecek denyut jantung janin, grafik yg keluar dr denyut jantung janin cenderung datar bgt. Kata dokter harusnya naik turun, kemudian si mbak suster mengagetkan si janin dengan alat yg bisa memunculkan bunyi 'Toot' keras banget bo.., ternyata setelah dikagetkan grafik denyut jantungnya masih datar, seharusnya bisa naik turun. Setelah 20 menit rekam jantung, Dokter langsung melakukan USG, ternyata cairan ketuban aq bagian bawah dah banyak kebuang, kemudian dokter mengecek pembukaan persalinan, ternyata baru pembukaan setengah, memang saat itu aq ga mules2 sama sekali.
Akhirnya Dokter menyarankan kami agar melakukan persalinan dengan caesar. aq msh menunggu sang suami yang sedang menuju ke RS dari kantor. Dan setelah menanyakan ke keluarga di Boyolali akhirnya kami memutuskan untuk operasi caesar.
Untuk pertama kali aq melakukan operasi. Satu persatu dokter dan perawat memperkenalkan diri. Dokter operasi, asisten dokter operasi, dokter anak, dokter bius, dokter anestesi. Dalam hatiku 'Buset bnyk bgt ya'. Aq di bius setengah badan, suntikan biusnya itu lho, sakit banget. di tulang punggung, 2 kali lagi ckckckck. Setelah aq dibius kerasanya cuman kesemutan di kaki, yang aq tahu perutku pasti lagi diacak acak tapi ga krasa apa2. aq pun ga bisa nge lihatnya karena ditutup kain yang tinggi. Tiba2 suster seperti membantu mendorong dari atas.
Alhamdullillah aq mendengar suara tangis pertama bidadariku tersayang pada pukul 09.30 dengan berat 2,75 kg dan panjang 46 cm



0 Comments:
Post a Comment
<< Home